Bisa Sekolah, Ngampus, dan Belajar itu Nikmat

Image

 

Nilai bagus, rangking satu, IPK Cumlaude, mendapat beasiswa, cakap berorganisasi, siapa lagi yang tak menginginkan seorang pembelajar  seperti itu?. Orang tua pun demikian, menyekolahkan anaknya dengan biaya yang tidak sedikit, hanya ingin berharap anaknya bisa memperoleh prestasi, menjadi anak baik dan teladan.

Betapa nikmatnya menjadi seorang pembelajar, bisa bersekolah, ngampus, belajar, dan menuntut ilmu. Menuntut ilmu itu bahkan adalah sebuah jihad luar biasa. Tapi realitanya para pembelajar itu terkadang lupa, menyepelekan semua, bahkan ogah-ogahan dalam menuntut ilmu. Tugas yang berat, guru killer, atau segudang alasan lain menjadi bahan mereka untuk tidak bersemangat dalam belajar.

Padahal kalau kita mau sadarkan diri kita, bahwa banyak saudara-saudara kita yang tidak mendapatkan nikmat seperti itu. Tengok saja ucapan seorang anak yang seperti ini,

“ Masya Allah, melihat perempuan-perempuan seusiaku sekolah. Kemeja putih, rok abu-abu dan  jilbab-jilbab yang menghiasi. Ya allah andaikan aku sekolah. “, keluh seorang anak yang tak bisa melanjutkan sekolah lagi.

Ada lagi,

“ Andaikan saya jadi ambil beasiswa itu mungkin saya sudah wisuda tahun ini. “, keluh seorang yang tidak jadi kuliah karena orang tuanya tidak mampu membiayai kebutuhan sehari-hari, padahal anak itu mendapat beasiswa sampai lulus di salah satu Universitas terbaik di Indonesia.

Saudaraku, nikmat bersekolah, ngampus, dan belajar itu luar biasa, sungguh suatu kewajiban kita mensyukurinya dan berusaha memberikan yang terbaik untuk itu. Kenapa kita harus malas sekolah, kenapa kita harus malas ngampus, kenapa kita harus malas belajar menuntut ilmu disaat yang lain yang belum diberi kesempatan Allah sangat benar-benar menginginkannya, menginginkan mereka di posisi kita.

Mari sejenak kita renungkan,

untuk para pelajar dan mahasiswa, sudah berbuat apakah kalian untuk prestasi kalian, apakah sudah kalian persembahkan yang terbaik untuk orang tua kalian, apakah orang tua sudah tersenyum gembira karena prestasi kalian?. Apa yang membuat kalian begitu angkuhnya, begitu malasnya untuk membuat diri menjadi lebih baik, berprestasi, dan membanggakan banyak orang?. Padahal orang tua telah berpeluh, menanti senyum kegembiraan anaknya yang berprestasi. Menantikan anak-anaknya yang telah mampu ia sekolahkan dengan biaya yang tidak sedikit. Buat lah senyum kebahagiaan kedua orang tua dengan tinta kebanggaan.

Untuk para orang tua, mari ajarkan anak-anak kita tercinta, bujuklah buah hati kita untuk terus semangat sekolah, ngampus, belajar, menuntut ilmu. Bukankah menyekolahkan mereka butuh biaya yang tidak sedikit, butuh keringat banyak yang bercucuran?. Mengapa kita begitu tak memperhatikan prestasi anak-anak kita?. Mari sadarkan mereka, bakarlah kesadaran dan semangat belajar mereka, buktikan bahwa kita sebagai orang tua mampu menyekolahkan mereka, tidak seperti orang tua lainnya yang belum mampu mnyekolahkan anak-anaknya. Jangan sampai perjuangan para orang tua disia-siakan begitu saja oleh anak-anaknya.

 

Mari berbenah…!!

Prof.Dr.H.heppy setya prima S.pt.m.sc

A topnotch WordPress.com site

Kehadiran Anda Sebuah Kehormatan Bagi Saya

Menebar Inspirasi, Membangun Peradaban

안녕하세요~~~

Mari berbagi lewat tulisan^^

Ketika Kata Mengikat Makna

Merangkai kata, mencari keindahan hakikat makna...

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

Al Ustadz Achmad Rofi'i Asy Syirbuni

Blog resmi Al Ustadz Achmad Rofi'i Asy Syirbuni

feriyadiramen

やってみる  Ayo coba!

Mubarok01's Weblog

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

KAVKAZ CLOTHING

It's not about fashion or necessity, its Identity!

akh ardhi

sebuah catatan nurani...

Blog Pribadi Agus Supriyadi

"ana hanyalah setitik embun dijalan da'wah"

Aria Turns

Ada yang mau baca blog mengenai matematika, gak ya...??

Nabih Ibrahim Bawazir

Just another WordPress.com site

Dunia Matematika

Ternyata Matematika itu Mudah!