Nikmat Indera Mata yang Luar Biasa

Gambar

Masih berpikir hidup kita sengsara, susah, penuh dengan cobaan?, betapa berdosanya kita jika kita berpikir seperti itu, padahal nikmat-Nya begitu melimpah, Dia Maha Kaya, Maha Memberi kepada setiap hamba-hambanya. Baik itu hamba yang beriman ataupun hamba yang ingkar. Semoga kita senantiasa tergolong kedalam hamba yang senantiasa menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Hidup itu Indah. Betapa indahnya kehidupan kita di dunia ini dengan berbagai keelokannya. Dan keindahan dunia itu hanya dapat kita rasakan dan nikmati dengan karunia Indera yang diberikan kepada kita. Indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, peraba, dan indera untuk bicara, semuanya berpadu begitu harmonis hingga kita dinobatkan sebagai makhluk yang sempurna diantara makhluk lain ciptaan-Nya.

Sudah sepatutnya kita mensyukuri nikmat yang diberikan oleh-Nya kepada kita berupa nikmat Indera yang luar biasa itu. Maka nikmat manakah yang kita dustakan?

β€’ Nikmat Mata untuk Melihat

Suatu ketika saya pergi ke salah satu kota di Indonesia yang terkenal akan ikonnya sebangai Kota Budaya. Saat saya berada di sebuah cafe mini, saya bertemu dengan seorang pria muda, sendirian berjalan kaki menyisir jalanan kota yang begitu ramai dan padat. Dari kejauhan, sesekali saya perhatikan pria itu tersandung-sandung saat berjalan menuju ke arah saya. Terkadang bunyi klakson kendaraan pengguna jalan begitu nyaring di telinga ketika pria itu melintasi jalan. Pria yang selalu tersenyum itu pun kini tepat berada di cafe memesan minuman kemudian duduk di tempat yang telah di sediakan. Tak lama ia kemudian mengeluarkan barang yang ada di dalam tasnya. Sebuah laptop pun ia keluarkan dari dalam tasnya. Subhanallah, saya begitu tercengang ketika pria muda ini dengan mahirnya mengotak-atik gadgetnya itu padahal berjalan saja ia kadang terseok-seok karena dia tunanetra alias tidak dapat melihat. Bagaimana dia belajar kalau melihat layar monitornya saja tidak bisa, begitu canggihnya, sampai-sampai yang bisa melihat saja malah β€˜gaptek’. Malu.

Di lain tempat, di serambi masjid, saya juga di beri kesempatan bertemu dengan sepasang suami istri dengan satu anak . Begitu harmonis nya pasangan itu, begitu bahagianya mereka dengan canda tawa terpaut di wajah mereka, begitu bahagianya mereka akan karunia-Nya. Betapa nikmatnya mereka mampu menaati tuhannya manusia yang maha segalanya. Begitu sabarnya sang istri dalam menghormati dan menaati suaminya yang ternyata mendapat ujian berupa tidak dapat melihat alias tunanetra. Ketika hendak pergi sang istrilah yang mengendarai sepeda motornya menuju tempat tujuan. Duh, melihat yang seperti ini membuat diri merenung dan merenung.

Masya Allah, bukahkah seharusnya kejadian itu semuanya berhikmah dan layak kita ambil pelajaran. Menyaksikan seorang pemuda dan seorang suami yang begitu bahagianya dengan kehidupannya dalam kegelapan dan tidak dapat melihat keindahan, seharusnyua menjadikan kita introspeksi diri sejauh mana rasa syukur kita akan nikmat indera mata yang diberikan oleh-Nya, juga untuk apa kita gunakan nikmat indera yang begitu luar biasa itu.

Coba lah sesekali tengok orang-orang sekeliling kita yang juga mempunyai nasib yang sama, yaitu hidup dalam kegelapan tanpa sinar dan keindahan. Atau sesekali berkunjung ke sekolah luar biasa yang banyak anak-anak tunanetra disana. Bagaimana jika kita dalam posisi mereka, bukankah kita tak menginginkannya.

Ketika kita berlibur bersama keluarga, menghentikan aktivitas dan kesibukan sejenak untuk berwisata alam bersama keluarga ke suatu tempat. Maka kita akan begitu bahagia ketika melihat keindahan alam dan ciptaan-Nya, tak henti-hentinya lisan kita mengucap tasbih akan nikmat keindahan yang di karuniakan kepada kita. Tapi bagaimakah seandainya kita mempunyai Indera mata yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya alias buta?

Cobalah rasakan derita mereka, ketika berada di sebuah tempat wisata dengan keindahan alamnya, pantai misalnya, sesekali pejamkan mata kita, atau tutup dengan kain yang tidak tembus pandang. Apa yang ada disana, tidak ada pemandangan pantai yang indah,tidak ada wajah ceria keluarga,tidak ada wisata-wisata yang elok, yang ada hanya kegelapan dan bayang-bayang hitam.

Mari kita syukuri nikmat Indera mata yang sungguh luar biasa itu, sejauh mana kita berjalan tanpa mensyukuri sepasang bola mata yang luar biasa eloknya. Sejauh mana kita gunakan keduanya dan untuk apa kita pakai keduanya di dunia ini. Apakah untuk melihat yang dihalalkan oleh-Nya, ataukah untuk melihat yang seharusnya tidak berhak di lihat oleh keduanya. Allah maha tahu setiap apa yang dikerjakan hamba-hambanya.

Advertisements

About cawah
Seorang pemuda yang senantiasa terus berjuang dan berjuang, berharap dan terus berharap...berjuang dan mengharapkan kebaikan.

33 Responses to Nikmat Indera Mata yang Luar Biasa

  1. ayanapunya says:

    maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?

  2. thetrueideas says:

    Ini foto di Painan? indahnya…subhanallah

    *kapan kirim tiket ke saya? πŸ˜€

  3. thetrueideas says:

    Ketigaxxx…

  4. thetrueideas says:

    Senengnya bisa ke EMPAX di wepe ini

    Jadi ingat empe T__T

  5. umarfaisol says:

    itu di mana ya?? bagus!

  6. akang Catur so wise banget… huhuhuhu

  7. T^T
    subhanalloh…
    yang “berkekurangan” sering kali lebih pandai bersyukur.

    ~~~ Makasih udah di follow Mas πŸ˜€ ~~~

    • cawah says:

      hiuks..iya bunda..bener bangetttt :(…..yuks ah kita jgn mau kalah, udah punya kelebihan gini kok,..

      makasih udh dipollow jg bunda πŸ˜€

  8. tanpa mata kita juga gak bisa ngeblog mas πŸ˜€

  9. aku baru nemu kamu di sini πŸ˜€

  10. pianochenk says:

    loh, semua ngumpul di sini, tho.

    Hore, catur posting lagi *abaikan*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Prof.Dr.H.heppy setya prima S.pt.m.sc

A topnotch WordPress.com site

Kehadiran Anda Sebuah Kehormatan Bagi Saya

Menebar Inspirasi, Membangun Peradaban

μ•ˆλ…•ν•˜μ„Έμš”~~~

Mari berbagi lewat tulisan^^

Ketika Kata Mengikat Makna

Merangkai kata, mencari keindahan hakikat makna...

re-mark-a-blog

A Remarkable Blog by Justisia Nita

fluoresensi

Keinginan itu pasti terwujud, entah 1 tahun, 2 tahun hingga puluhan tahun kemudian. Bersabarlah #cumanmasalahwaktu

Blog Prita

Campuran kenangan, buah pikir, dan hari-hari

Al Ustadz Achmad Rofi'i Asy Syirbuni

Blog resmi Al Ustadz Achmad Rofi'i Asy Syirbuni

feriyadiramen

やってみる  Ayo coba!

Mubarok01's Weblog

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

KAVKAZ CLOTHING

It's not about fashion or necessity, its Identity!

akh ardhi

sebuah catatan nurani...

Blog Pribadi Agus Supriyadi

"ana hanyalah setitik embun dijalan da'wah"

Aria Turns

Ada yang mau baca blog mengenai matematika, gak ya...??

Nabih Ibrahim Bawazir

Just another WordPress.com site

Dunia Matematika

Ternyata Matematika itu Mudah!

%d bloggers like this: